Kamis, 26 April 2018

Teknik Pemilihan Jenis Bahan Bonsai dan Beberapa Teknik Gerak Dasar

Teknik Pemilihan Bahan Bonsai

      Proses pemilihan bahan bonsai dimulai dari pengenalan karakteristik pohon yang akan dibonsai. Tujuannya agar bisa menyeleksi bahan bonsai yang direkomendasikan. Menurut Syamsul Muarief atau Mas Arief Uwuh Angkringan KBBI, terdapat 174 jenis pohon asli endemik Indonesia yang dapat dijadikan bonsai. Namun hanya beberapa yang recommended.
       Lebih lanjut  Arief berpendapat, kriteria bahan bonsai yang recommended antara lain:
  1. Memiliki daun yang bisa mengecil 1/7 dari daun asli.
  2. Memiliki percabangan dan Ranting yang rapat.
       Tips pemilihan bahan bonsai:
  1. Memiliki akar minimal 3 atau lebih.
  2. Memiliki gerakan sampai ujung membentuk segitiga.
  3. Tinggi bahan harus 3 x jari-jari lingkar batangnya.
  4. Memiliki calon tunas, cabang yg banyak.

Kriteria tersebut, dapat dijadikan sebagai acuan untuk memilih bahan bonsai yang tepat. Setelah memperoleh bahan yang recommended, selanjutnya dapat diberikan sentuhan gerak dasar mulai dari akar hingga ujung bagian atas. Tujuannya untuk membentuk ukuran yang seimbang, proporsional, serta menyesuaikan dengan gaya bonsai yang dipilih.  
         
Berikut beberapa contoh teknik gerak dasar:
Contoh 1: 
Gambar 1:Serut/streblus asper
Gambar 1 menunjukan pemotongan batang dan cabang dengan perbandingan 1/3. 

Tinggi batang ideal diperoleh dengan rumus:

Tinggi = 3 x Jari-jari batang bawah

Untuk memperoleh panjang jari-jari dihitung dengan menggunakan rumus keliling lingkaran sebagai berikut:
Keliling batang bawah = Phi X Diameter
Diameter = Keliling batang bawah : 3, 14
Jari-jari = Diameter : 2

Panjang cabang ideal juga diperoleh dengan rumus 1/3, sebagai berikut:
Panjang cabang ideal = 3 X Jari-jari pangkal cabang yang melekat di batang utama 

Contoh 2:

        Gambar 2 Serut/streblus asper berupa sketsa proses program akar, pembentukan anak cabang dan ranting.

       Bonsai yang baik memiliki minimal 3 akar utama atau lebih. Panjang akar juga berlaku rumus 1/3 jari-jari dari pangkal akar utama. Agar target program akar tercapai, maka dapat dilakukan melalui proses training akar.

                Gambar 3. Training akar

Contoh 3:
                  Gambar 4 Ficus Microcharpha

Gambar 4 menunjukkan proses untuk memperoleh keseimbangan gerak dasar mulai dari akar, tinggi batang utama, panjang cabang, serta memiliki anak cabang dan ranting yang tidak saling tumpah tindih dan tidak menutupi batang utama. Teknik perbesaran batang utama dapat dilakukan dengan cara menempel atau menggabungkan batang beberapa pohon yang sejenis untuk memperoleh ukuran yang diharapkan dan proporsional. Namun hanya FICUS RETUSA/ Beringin Iprik dan FICUS MICROCHARPHA/ Kimeng yang direkomendasikan. Kedua pohon ini sangat mudah menyatu dan sanggup menutupi bekas campur tangan manusia sehingga masih terkesan asli.
      Selanjutnya Arief menjelaskan bahwa bonsai harus memiliki percabangan dan ranting yang rapat. Tumbuhnya anak cabang dan ranting diupayakan tidak tumpang tindih dan bersilangan, tidak menutup gerak dasar batang dan gerakannya sampai ujung bagian atas membentuk segitiga. Cabang dari batang utama diusahakan zig zag dan tidak sejajar untuk menjaga ukuran proporsional dan keseimbangan. 
   Sementara itu untuk mengarahkan cabang dan ranting dapat dilakukan melalui pengawatan.
     Teknik Pengawatan dilakukan untuk membantu pembentukan (membetulkan lekukan atau arah) batang, cabang atau ranting. Kawat yang dipakai adalah kawat tembaga atau aluminium karena tidak berkarat sehingga tidak meracuni tanaman. Besar kawat yang dipakai sekitar 1/3 dari besar batang, cabang atau ranting yang dililit. Boleh menggunakan 2 buah kawat sekaligus, dengan ketentuan kawat tidak saling menindih. Sudut lilitan kawat kira-kira 45 derajat dengan jarak yang relatif sama.
        Hal lain yang merupakan syarat bonsai yang recommended menurut arief adalah ukuran daun yang bisa perkecil 1/7 dari daun aslinya. Salah satu cara mengecilkan daun bonsai adalah dengan menggunduli semua daunnya (total prunning), kemudian mengurangi pemberian air semaksimal mungkin asal tidak layu, maka daun baru yang tumbuh akan lebih kecil.

Jumat, 27 Maret 2018
Oleh: Sriady Faisal, S. Pd
Narasumber tim KBBI:
  1. Syamsul Muarief (Mas Arief Wedan Uwuh Angkringan)KBBI
  2.  Iyan Sastro Bonsai Art (KBBI)
  3.  Eko Salyanto (KBBI)
  4. Akank Umbaran (KBBI)
  5. Yustanto Ater YaZid (KBBI)
  6. Marulli Beo (KBBI)
  7. Mas Baidowi Brow (KBBI)

Artikel yang berkaitan



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarokatu. Selamat Datang di Blog SRIADY FAISAL, Ingat beri komentar, Terima kasih